Fungsi IFS adalah fungsi yang dapat digunakan dalam Microsoft Excel untuk mengevaluasi beberapa kondisi atau kriteria dan mengembalikan nilai yang sesuai dengan kondisi atau kriteria tersebut.
Contoh penggunaan IFS adalah sebagai berikut:
Misalkan kita memiliki data nilai ujian mahasiswa di kolom A dan kita ingin menentukan grade yang sesuai dengan nilai tersebut menggunakan beberapa kriteria, misalnya:
- Jika nilai lebih besar atau sama dengan 80, grade adalah “A”
- Jika nilai lebih besar atau sama dengan 70 dan kurang dari 80, grade adalah “B”
- Jika nilai lebih besar atau sama dengan 60 dan kurang dari 70, grade adalah “C”
- Jika nilai lebih kecil dari 60, grade adalah “D”
Kita dapat menggunakan fungsi IFS untuk menentukan grade yang sesuai dengan nilai mahasiswa. Contoh rumus yang dapat digunakan adalah:
=IFS(A2>=80,”A”,A2>=70,”B”,A2>=60,”C”,A2<60,”D”)
Rumus di atas akan mengevaluasi nilai di A2 dan mengembalikan grade yang sesuai dengan kriteria yang diberikan. Jika nilai di A2 lebih besar atau sama dengan 80, maka rumus akan mengembalikan nilai “A”, jika nilai di A2 lebih besar atau sama dengan 70 dan kurang dari 80, maka rumus akan mengembalikan nilai “B”, dan seterusnya. Jika nilai di A2 kurang dari 60, maka rumus akan mengembalikan nilai “D”.
Fungsi IFS juga dapat digunakan untuk mengevaluasi lebih dari satu kondisi pada rentang sel. Contoh penggunaannya adalah:
=IFS(COUNTIF(A2:A5,”>=80″)>=2,”Kelas A”,COUNTIF(A2:A5,”>=60″)>=2,”Kelas B”,TRUE,”Kelas C”)
Rumus di atas akan mengevaluasi nilai pada rentang A2:A5 dan mengembalikan hasil berdasarkan kriteria yang diberikan. Jika terdapat minimal dua nilai yang lebih besar atau sama dengan 80, maka rumus akan mengembalikan nilai “Kelas A”. Jika terdapat minimal dua nilai yang lebih besar atau sama dengan 60, maka rumus akan mengembalikan nilai “Kelas B”. Jika kedua kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka rumus akan mengembalikan nilai “Kelas C”.





